Powered by Blogger.

Menjinakkan Murai Batu Liar

Monday, September 5, 2011


Banyak sekali kicaumania yang menanyakan bagaimana menjinakkan burung murai batu bakalan hasil tangkapan hutan yang muda hutan atau sudah tua sekalipun untuk di jinakkan agar tidak takut dengan orang yang ada disekitarnya dan akhirnya mau berbunyi.
Burung bakalan yang sudah berumur dewasa bahkan menginjak tua saat kita baru mendapatkannya entah itu dari membeli di pasar burung atau dari menangkap sendiri di hutan, seringnya tingkah lakunya liar dan kalau didekati sangat merasa ketakutan sehingga terbang kesana kemari di dalam sangkar. Tidak jarang pada bagian kepala burung menjadi "jontor" terluka sehingga mengeluarkan darah akibatnya sedah bisa di tebak burung menjadi stress bahkan tidak jarang karena tidak mau makan bisa menemui ajalnya. Hal yang demikian tentunya tidak kita inginkan. jika anda mengalami hal seperti ini saat baru pertama kali memelihara burung Murai Batu kesayangan jangan panik dan putus asa. Ada banyak cara sebenarnya agar burung yang liar itu setidak-tidaknya mau jinak sehingga diharapkan berbunyi saat di didekati oleh kita, bukannya tambah stress, baik burungnya atau kita sendiri.

1. Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah letakkan burung pada posisi yang jauh dari burung lain atau lalu lalang orang. Beri waktu agar burung lebih mengenal lingkungan barunya, yang tentunya berbeda dengan lingkungan saat di hutan dulu. Sambil Burung di beri makan Kroto, makanan favorite nya di lingkungan barunya. Jangan sekali kali burung di mandikan atau di beri makan jangkrik. Cukup kroto saja. " Full kroto per day. Bila burung sudah mulai mau makan lanjutkan ke langkah kedua.

2. Minggu ke dua tambahkan pakan voer dan jangkrik pagi 5 ekor sore 5 ekor. Minuman setiap hari di ganti. Besar kemungkinan Voer nya tidak akan dimakan, namun tidak mengapa berikan saja. Dan jangan lupa setiap 3 hari sekali voer harus di ganti dengan yang baru. Pilihlah kalau bisa voer yang khusus untuk burung Murai Batu. Posisi kandang tetap jangan di rubah-rubah. Burung tidak perlu dulu di jemur cukup letakkan di tempat yang sejuk dengan sirkulasi udara yang segar. Agar burung merasa lebih kerasan di habitatnya yang baru dan mengurangi rasa stressnya.

3. Minggu ke tiga burung sudah mulai di gantung di tempat orang sering lalu lalang. Tempat yang ideal sebenarnya di Pasar. Tetapi kalau di rumah tempatkan di emperan rumah yang sering kita berkumpul dengan keluarga, yang penting di tempat yang menurut kita paling ramai di salah satu ruang rumah kita. jangan lupa pakan kroto, jangkrik , voer dan minumnya harus selalu tersedia. Untuk menambah selingan makanan agar burung lebih rakus makannya. Jangan takut burung akan kegemukan, yang utama burung kita bikin hatinya senang dulu.

4. Minggu ke empat burung sudah bisa di mandikan. Tempat mandi yang terbaik adalah karamba. Pelan-pelan pindahkan burung dari sangkarnya agar burung mau masuk ke karamba dengan sendirinya. Jika baru pertama kali burung masih curiga dan belum percaya dengan kita, sehingga sering mengalami kesulitan burung untuk masuk sendiri ke karamba. Lakukan dengan sabar agar burung tetap tenang. Jika masih kesulitan burung belum mau masuk juga kekaramba, buka pintu sangkar dan pintu karamba-nya kemudian tempelkan kedua pintu tersebut, bila pintu menutup sendiri tahan dengan kayu biar tetap terbuka. kemudian tinggal pergi sebentar. Saat kita kembali biasanya burung sudah masuk karamba. baru pintu karamba kita tutup dan sangkar kita angkat kemudian bersihkan. Biasanya bila burung sudang mau mandi sendiri, burung akan lebih jinak dan pelan-pelan kepercayaan yang telah dipupuk akan tumbuh dengan sendirinya antara burung dan kita sebagai perawatnya. Bila kita melakukan prosesi mandi setiap hari minimal satu kali per hari, burung akan lebih cepat jinaknya dari pada kalau mandinya sebulan sekali. Setelah mandi, burung di beri pakan kesukaannya.

5. Minggu ke lima burung sudah bisa di dekatkan dengan burung yang lain, namun jangan sekali-kali didekatkan dengan sesama Murai Batu. Akibatnya bisa fatal. Biasanya pada minggu kelima ini burung sudah mulai berani mengeluarkan suaranya kecil-kecil (ngeriwik). pada saat ini sangkar burung sudah bisa di gantung agak rendah. Diharapkan burung lebih terbiasa dan berani dengan manusia. Sekali-kali beri pakan burung dengan memasukkan tangan ke tempat pakan burung. Bila burung sudah tidak menabrak-nabrak sangkar berarti proses penjinakan awal untuk burung bakal kita sudah dianggap berhasil. Silahkan mencoba.

Read more...

Ulat Hongkong Penyebab Katarak & Rontok Bulu.?

Saturday, August 27, 2011


Dalam dunia kicauumania banyak mitos-mitos yang tidak benar berkembang yang berakibat membingungkan sesama pemain burung . Salah satu mitos yang salah selama ini seperti ada pertanyaan " Benarkah ulat hongkong dapat menyebabkan katarak pada Murai Batu ?"

Perlu kita ketahui bahwa ulat hongkong merupakan serangga yang sangat baik sebagai pakan burung sebagai sumber protein, lemak dan karbohidrat.

Ulat hongkong yang berwarna putih (baru saja ganti bulu) mengandung nutrien yang lebih banyak dibandingkan dengan ulat hongkong tua/berkulit kuning. Ulat hongkong bukan merupakan penyebab katarak pada burung Murai Batu.

katarak merupakan penyakit keturunan. Ulat hongkong juga bukan penyebab ganti bulu . kalau Murai Batu diberi ulat hongkong kemudian mengalami ganti bulu, itu bukan disebabkan oleh ulat hongkong tetapi karena Murai Batu tersebut sedang memasuki masa ganti bulu (mabung).

Katarak bisa juga di akibatkan karena sangkar tidak pernah dibersihkan (kotor). sehingga banyak bersarang bibit penyakit. Kandang yang jarang dibersihkan menyebabkan kotoran akan beterbangan jika tertiup angin. Dan awalnya burung berpenyakit mata tanpa kita sadari. Lama-kelamaan bisa menyebabkan, mata burung menjadi katarak bahkan kalau tidak segera diobati menyebabkan kebutaan total. Burung yang mengalami katarak dianggap burung yang cacat, menyebabkan harga burung jatuh.

Semua burung Murai Batu yang saya pelihara di rumah mendapat menu ulat hongkong. Dengan takaran 5 -10 ulat hongkong perhari. Dan hingga sekarang belum ada yang mengalami katarak.

Read more...

Mitos Murai Batu

Thursday, August 25, 2011


Murai Batu mempunyai sejarah panjang di belantika perkicauan Tanah Air. Sehingga banyak mitos yang berkembang di kalangan hobbies penggemar burung berkicau, khususnya Murai Batu. Mitos ini berkembang berdasarkan penuturan dari mulut ke mulut dan juga berdasarkan pengalaman-pengalaman pribadi yang didapat oleh banyak pihak, diantaranya dari hobbies, pelomba dan juga pemikat.

Namanya juga mitos kita tidak tahu asal-usul cerita tersebut. Seperti layaknya mitos tentang, "penciptaan telur atau burung lebih dulu mana ..?". Namun perlu kita hargai mitos yang berkembang sebagai sebuah pengayaan wawasan dan ilmu yang didasari oleh penilaian yang tulus iklas dari para leluhur penggemar Murai Batu kita.

Mitos-mitos yang berkembang di seputar burung Murai Batu dan banyak diyakini kebenarannya di kalangan penggemar MB adalah sebagai berikut :


1. MB berkaki hitam.
Diyakini memiliki mental tempur yang sangat dahsyat.

2. MB yang berasal dari wilayah pesisir.
Diyakini memiliki kemampuan vocal yang lebih dibandingkan MB yang berasal dari wilayah pedalaman atau hutan. Habitat pesisir yang relatif bising degan deburan ombak dan tiupan angin laut, menyebabkan MB beradaptasi dengan cara meningkatkan kemampuan vokalnya.

3. MB dengan warna bulu dada kekuningan dan warna hitamnya terkesan berwarna supak atau pudar.
Diyakini bermental baja dan cepat beradaptasi dengan lingkungan barunya. MB seperti ini sangat mudah dan cepat berkicau, jika berasal dari tangkapan hutan.

4. MB bertubuh besar, berekor panjang dan berdaun ekor tebal.
Adalah MB yang cenderung enak untuk dipandang, tapi jarang bisa moncer dalam lomba. MB seperti ini dianggap mudah lelah jika dipaksa untuk mengikuti sebuah lomba.

5. MB berparuh celah.
Diyakini memiliki kemampuan vocal di atas rata-rata. Dengan adanya celah pada paruh, si MB diyakini bisa menghembuskan tiupan suara atau kicauan yang lebih besar, sehingga bisa menghasilkan vocal yang lebih dahsyat.

6. MB dengan paruh pendek dan tipis.
Diyakini sebagai MB dengan karakter rajin berkicau atau cerewet dan memiliki suara-suara yang cenderung pedas untuk didengar.

7. MB berkuku anjing (warna kuku kelingkingnya tidak sama).
Diyakini sebagai MB yang bermental tidak stabil dan memiliki rawatan yang relatif lebih rumit dibandingkan MB lainnya.

8. MB berekor gunting (bercabang).
Diyakini juga sebagai MB yang membutuhkan pola settingan yang rumit, sehingga membutuhkan banyak kesabaran untuk dapat mengoptimalkan MB seperti ini.

9. MB bertulang kaki besar.
Diyakini sebagai MB dengan semangat tempur tinggi. Bertipikal ngotot dan tidak mudah menyerah.

10. MB yang memiliki tanda lingkaran (gelang) berwarna hitam pada bagian paha.
Diyakini oleh sebagian besar pemikat sebagai MB penguasa wilayah.

11. MB dengan bulu yang tumbuh pada bagian kaki.
Diyakini oleh sebagian besar pemikat sebagai MB penguasa wilayah.

12. MB dengan bentuk kepala datar (ceper).
Diyakini sebagai MB dengan mental berani dan berkarakter tempur.

13. MB dengan bola mata besar dan terkesan melotot.
Diyakini sebagai MB pemberani dan tidak takut terhadap manusia, serta mudah beradaptasi dengan lingkungan.

14. MB dengan bentuk tubuh seperti jantung.
Adalah MB idaman para hobbies senior, sebab MB dengan bentuk seperti ini yang banyak menguasai lomba.

15. MB dengan pola ekor rapat dan berdaun kecil dan tipis serta melengkung ke bawah.
Adalah MB yang sangat enak dipandang pada saat bertempur di lapangan. Biasanya MB seperi ini akan memainkan ekornya dengan sempurna dan menjadi idola penonton.

16. MB dengan ekor hitam semua.
Adalah MB yang berasal dari wilayah kepulauan di sepanjang P. Sumatera.
MB ini diyakini kalah pamor dan mentalnya dibandingkan dengan MB yang memiliki ekor berwarna putih.

17. MB berparuh tebal dan panjang.
MB ini diyakini sangat sulit untuk dapat membawakan suara berspeed rapat dan panjang. MB ini lebih dominan mengeluarkan suara-suara keras dengan speed pendek.

18. MB dengan bercak putih pada bagian leher atau kepala.
MB ini sebenarnya tidak memiliki keistimewaan tertentu. Warna bercak putih tersebut lebih disebabkan oleh kelainan pigmen yang dipengaruhi oleh makanan tertentu pada saat proses mabung terjadi.

19. MB dengan bentuk leher tebal.
MB seperti ini diyakini memiliki kemampuan vokal yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan MB lain yang bentuk lehernya lebih kecil.

20. MB yang suka memalingkan wajahnya pada saat bertemu musuh.
MB ini diyakini bermental tempur rendah. Memalingkan wajah adalah upaya yang dilakukan oleh MB agar tidak tertekan dengan MB lain.
Sebagai burung fighter sejati, MB akan terus menerus memburu musuhnya dengan tatapan wajah yang marah.


Read more...

About This Blog

Classification of Birds, How to treatment, Best services, Best Perform to contest, Singing, Ocehan Burung Berkicau, Breading, Conservation, Green & Black Forest, Grand Champion of Competition. Relationship Between Bird Club.

Blog Archive

  © Blogger template The Professional Template II by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP